Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Puisi 'Gelisah'

Hai, aku Iman Tan Detik waktu berputar, tanggal-tahun berganti hingga bulan-matahari menyapa tak henti. Namun aku tetap sama. Resah menjadi gelisah, memikirkan masa depan tak kunjung indah. Jiwa Meronta dikala umur terus bertambah, Mau jadi apa? Batinku penuh tanya. Aku yang hampa tanpa harta. Rokok ku hisap, tembakau ku linting Aku hampir sinting yang tak henti mencoba berharap. Salam hangat untuk kita para pejuang. Iman Tan

Puisi 'Romance'

Hai, aku Iman Tan Ketak-ketik bersuara dikala jari-jemari berdansa diatas layar datar bercahaya. Malam bintang memikat dengan senyum lebar ku terpikat Aku sekarat, sekarat oleh Romance Lama yang ku buat. Aku tertawa layaknya orang gila Resah tak sabar menanti balasan tiba. Salam hangat untuk kamu sobat yang masih resah. Iman Tan

Dalam Diam

Hai, aku Iman Tan Kata orang cinta tumbuh kala remaja Kata orang cinta tumbuh karena terbiasa. Sebuah kata indah penuh frasa bermakna, akan sirna jika tanpa usaha. Dalam diam ku berusaha, berusaha tegar kala ada sosok luar biasa di sisinya. Satu pelajaran ku terima, mungkin aku kurang berusaha. Salam hangat untuk kamu pejuang harapan. Iman Tan

Puisi 'Lama'

Hanya sebuah karya cerita ungkapan dari berbagai problematika remaja dan percintaan bucin walau tak selalu menjadi Happy Ending :) *** Hai, aku Iman Tan Lama. Ada yang lama di tinggalkan, ada yang lama di lupakan, ada juga yang lama di kecewakan. Tapi bagian yang menyakitkan bukan di tinggalkan, di lupakan atau di kecewakan, melainkan kejadian itu berlangsung begitu lama. * Lama, menanti hari-hari baik ku. Begitu lama malam yang harus ku lalui. Seolah tidak akan ada fajar terbit untuk ku. Lama, merasakan hembusan dingin dari tatapan mu. Seolah mata kita tidak pantas untuk saling bertemu. Lama, perasaan ku berdiam di satu tempat bernama cinta. Namun tak pernah sekalipun berada dalam ruang hatimu. Lama pula kau tidak pulang membalas cinta yang ku taruh dengan indah di tempatnya. Kini aku tau, kau lebih memilih bersamanya, Bukan aku. Aku tidak munafik. Aku kecewa. Namun apa daya, aku hanya bisa diam karena tidak ada yang salah dengan cinta. Cintaku ...